Makanan Khas Tanah Karo
Kali ini saya akan membahas tentang makanan khas suku karo di tanah Karo, Sumatra Utara. dan cara pembuatannya. masakan karo juga yang terkenal dengan rasa pedas dan rasa asin dan cara memasaknya yang berbeda dari kebanyakan masyarakat di indonesia…
- beberapa informasi yang akan saya berikan mengenai masakan karo dan cara pembuatanya.
- Trites.
Terites adalah makanan khas Karo yang terbuat dari bahan pokok utama
makanan lembu/kerbau yang masih ada di lambung (usus besar) yang sudah
dihaluskan kembali oleh kerbau/lembu tetapi belum dihisap sarinya.
Ketika lembu/kerbau dipotong, bahan dari dalam usus tersebut dipisahkan
dulu dalam wadah yang lain. Makanan ini sungguh lezat dan menurut
tradisi karo makanan ini juga berkhasiat mengobati sakit perut.
Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat trites ini adalah :
- Bahan trites 2 kg
- Usus/cincang lembu ½ kg
- Kelapa 2 butir
- Daun jeruk purut 5 lembar
- Serai 3 biji
- Cabe secukupnya
- Bawang putih 6 siung
- Bawang merah 6 siung
- Kunyit 1 butir (agak besar)
- Asam patikala 15 buah
- Garam secukupnya
2. CImpa

Cimpa begitu Masyarakat Karo menyebutnya, kue ini sepintas atau bisa dikatakan hampir mirip dengan kue Unti. Kue ini terbuat dari beras ketan merah sebagai bahan utamanya, sebagai isinya mengunakan gula yang di campur dengan kelapa parut, dan sebagai baju luarnya pada umumnya mengunakan daun pisang atau semacam daun palem tapi saya kurang tau jenisnya yang mana.
Seiring dengan cita rasa manusia yang semakin berkembang, maka cita rasa dari Cimpa ini pun makin beragam, banyak yang menambahkan isinya dengan cita rasa buah lain seperti durian, jadi campuran isi dari kue Cimpa ini selain gula batak dan kelapa parut yang di sangrai ditambahkan dengan rasa buah lainnya, dan dapat menciptakan rasa dan aroma baru dari Cimpa tersebut.
Ada lima jenis cimpa yaitu, cimpa tuang, cimpa gulame, cimpa bicara siang (matah), cimpa unung-unung, cimpa lepat. Kue Khas Suku Karo ini biasa di sajikan bila ada pesta-pesta, baik itu pesta pertemuan kelaurga (Perpulungen), sampai pesta adat yang besar seperti perkawinan atau kerja tahun(Merdang merdem), pesta memasuki rumah baru. Sehingga Cimpa ini bisa disebut juga kue yang bisa kita dapat dan nikmati kala ada pesta, perpulungan, atau acara besar lainya, maka bisa dikatakan Cimpa merupakan salah satu simbol dari kekhasan makan Karo.
3.Lemang/ lires

lemang yaitu makanan yang terbuat dari beras ketan atau beras pulut yang di masak dalam bambu. rasanya yang enak dan gurih membuat banyak masyarakat yang suka dengan rasanya.
Bahan :
- 1kg beras ketan/ beras pulut,cuci saampai bersih dan tiriskan
- 1 liter santan
- 1 tangkai daun pusang
- 2 lembar daun pandan
- 1 batang daun muda berdiameter 8 cm yang sudah di tiriskan.
- lapisi tepi bamambu dengan daun pisang.
- campurkan beras ketan dengan santan dan daun pandan, aduk sampai merata dan taburkan garam secukupnya.
- masukan beras ke dalam bambu, namun jangan sampai penuh, cukup 3/4 bagian saja an tutup bambu dengan daun pisang.
- siapkan api untuk membakar bambu yang berisi ketan, bakar bambu dan tunggu sampai matang.
4.Ayam Tasak Telu, Masakan Khas Batak karo
Selain Kidu, masyarakat Batak juga mengenal masakan lainnya yaitu
ayam tasak telu. Masakan ini sangat dikenal dalam masyarakat Batak.
“Tasak telu” secara harafiah berarti “masak tiga” atau “tiga masakan”. Masakan pertama adalah ayam rebus. Setelah direbus dengan bumbu, air rebusannya disisihkan dan disajikan sebagai kuah atau sup. Ayam rebusnya – termasuk jeroannya – dipotong-potong untuk disajikan. Bila dikehendaki, ayam rebus ini dapat dimasak lagi sebentar dengan darah ayam. Dalam bahasa setempat, darah disebut “gota” yang sebenarnya berarti getah.
Bagian tulang-tulangnya dimasak lagi dengan sebagian kuah dan dicampur dengan cipera. Cipera terbuat dari bulir jagung tua yang ditumbuk halus. Dengan tambahan bumbu-bumbu, campuran ini menjadi kuah kental yang gurih. Kuah kental ini adalah elemen kedua dari sajian ayam tasak telu – nanti diguyurkan pada ayam rebus ketika menyantapnya.Elemen ketiganya adalah cincang sayur. Berbagai sayur rebus – kacang panjang, batang pisang, jantung pisang, daun pepaya, daun singkong, tauge – diurap dengan parutan kelapa berbumbu.
“Tasak telu” secara harafiah berarti “masak tiga” atau “tiga masakan”. Masakan pertama adalah ayam rebus. Setelah direbus dengan bumbu, air rebusannya disisihkan dan disajikan sebagai kuah atau sup. Ayam rebusnya – termasuk jeroannya – dipotong-potong untuk disajikan. Bila dikehendaki, ayam rebus ini dapat dimasak lagi sebentar dengan darah ayam. Dalam bahasa setempat, darah disebut “gota” yang sebenarnya berarti getah.
Bagian tulang-tulangnya dimasak lagi dengan sebagian kuah dan dicampur dengan cipera. Cipera terbuat dari bulir jagung tua yang ditumbuk halus. Dengan tambahan bumbu-bumbu, campuran ini menjadi kuah kental yang gurih. Kuah kental ini adalah elemen kedua dari sajian ayam tasak telu – nanti diguyurkan pada ayam rebus ketika menyantapnya.Elemen ketiganya adalah cincang sayur. Berbagai sayur rebus – kacang panjang, batang pisang, jantung pisang, daun pepaya, daun singkong, tauge – diurap dengan parutan kelapa berbumbu.
5. cipera

Di Tanah Karo, ada masakan ayam yang sangat populer dengan nama cipera. Potongan ayam kampung – termasuk leher, sayap, kaki, hati-ampla – dimasak dengan tepung jagung sampai empuk dan berkuah kental. Tepung jagungnya harus dari bulir tua jagung Medan, agar menghasilkan kuah yang kental. Tepung jagung inilah yang sebenarnya disebut cipera. Kuah kental ini bercitarasa pedas karena memakai tuba (andaliman = Shanghai peppercorn), dan sedikit asam karena memakai asam cikala (dari buah honje kecombrang). Selain ayam, juga dicampurkan jamur merang ke dalam kuah.
Terima kasih telah mengunjungi blog saya teman-teman.. mejuah-juah..^_^

Up
BalasHapusThakns buat infonya
BalasHapusmakasih
BalasHapus